Bersantan nan nikmat dari Bojonegoro

Terletak jauh dari Surabaya, menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan darat menggunakan kendaraan mobil. karena kami tidak tau alamat pasti makanan khas ini kami memutuskan untuk berkunjung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Kami mendapatkan Brosur yang cukup lengkap mengenai Destinasi Wisata dan Kuliner di pusat kota, tidak hanya itu kami mendapatkan arahan lokasi yang cukup lengkap dari ibu pimpinan. Tidak lama kami langsung tancap gas menuju lokasi pertama.

Soto Ayam Bu Mur

Tidak terlalu jauh dari Kantor Dinas, 10 menit saja jika berkendara mobil. Terletak di seelah kiri Jalan Rajawali seberang Gereja. Warung yang kecil ini terlihat tidak terlalu ramai, karena tempat nya tidak terlalu luas pelanggannya datang dan pergi segera setelah makan. Buka sejak pukul 7 pagi hingga 5 sore, warung ini sangat terkenal dan masuk dalam Brosur Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Hanya perlu Rp. 15.000,- untuk sepiring Soto Ayam.

Kuah santannya tidak terlalu kental, bumbu soto terasa tipis. Tidak berasa Eneg tapi gurih, santannya terasa segar. Disajikan bersama tauge, kecambah pendek, irisan telur dan suwiran ayam. Selain Ayam kita bisa memlih tambahan lauk seperti usus ayam, uritan dan jeroan ayam lainnya. Jika sobat lebih suka lontong dari pada nasi putih hangat ok juga. Sempurna dinikmati dengan segelas teh tawar panas. Omong-omong teh hangatnya fresh lho, baru diseduh sepertinya #tehpanasmongahmongah.

 

Rawon Warung Asem Doyong

Jam setengah 10 pagi kami datang hanya tinggal kuah saja T_T, tak apah..kuah dan nasi pun jadilah #yangpentingmakan. Buka sejak pukul 7 hingga 10 pagi wajar jika tinggal kuahnya saja. Seporsi Rawon disajikan dengan Nasi Putih hangat dan harusnya beserta daging, tapi karena sudah habis tinggal kuah saja, kecambah pendek, sambal dan Kecap manis. Hummm…sadap niaan, enak dan mantap. Sebenarnya, kami tidak terlalu berharap dengan rasa masakan tersebut, ditilik dari¬†tempatnya cuma warung yang ditutup sama Keber¬†dengan tempat duduk dan meja khas pedagang kaki lima. Kejutan lain menunggu, saat kami duduk dan mulai menikmati kuah rawon iseng-iseng buka buka tudung saji yang ada di depan kami, GORENGAN SEGEDE GABAN. Ini gorengannya berupa Daging Empal, Babat Goreng, Usus Sapi Goreng, Paru Goreng dan kawan-kawannya tersaji meriah menggoda untuk dinikmati oleh kami bertiga. Uniknya Ibu penjual langsung menyodorkan gunting untuk memotong gorengan-gorengan yang kami ambil. Saya sempat berfikir Gorengan Jeroannya pasti akan liat, ternyata empuk dan kenyal. Dari penilaian kami yang asli Suroboyo Rawon ini punya taste yang beda tapi sempurna untuk lidah pecinta kuliner.

Masih banyak Kuliner Khas Bojonegoro yang belum kami cicipi, Next Time ya Sobat Tripper. Tunggu petualangan rasa kami selanjutnya.

Salam Pariwisata

TJ ^_^

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *